Warga Jakarta Dukung Gaya Ahok Berantas Korupsi

22.12

Warga Jakarta memakai topeng Ahok dan mengumpulkan petisi untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Minggu (1/3/2015) di Bundaran HI, Jakarta. (Foto: Liputan6.com)


Bandung — Langkah Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, melaporkan adanya dana siluman di APBD DPRD DKI didukung warga Ibu Kota. Dukungan yang paling besar itu terlihat dari banyaknya tweet dengan tagar #GueAhok di media sosial.

Akun twitter yang pro terhadap Ahok @temanAhok misalnya, mengatakan bahwa warga DKI Jakarta siapa mendukung apapun yang terjadi.

“Maju terus Ahok kami sebagai rakyat mendukung dengan sukarela tanpa ada ada yang membiayai atau sponsor,” kata akun yang followernya sudah mencapai 17 ribu itu, Senin (2/3/2015).

Pemilik akun ‏@andra_69, Chandra Saeful Bahri juga ikut melayangkan dukungannya terhadap Ahok. "Saya dukung perjuangan ahok melawan dprd terkait transparasi dana #saveahok," katanya.

Selain dukungan di media sosial, warga Jakarta juga menggelar penggalangan petisi di Car Free Day (CFD), Bunderan HI, Jakarta, Minggu (1/3/2015).

Kisruh yang menjadi ramai ke publik itu, bermula saat Ahok memberikan RAPBD ke DPRD DKI. Namun hasil dari DPRD itu tidak sesuai dengan rancangan awal.

Ahok menduga DPRD telah menyusun APBD versi mereka sendiri dan memasukkan proyek-proyek fiktif yang nilainya mencapai Rp 12,1 triliun. Menurut dia, hal itu disebabkan Pemerintah DKI menerapkan sistem e-budgeting.

Menurut Ahok, pemasukan anggaran siluman itu berdampak negatif terhadap pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kami tidak ingin, yang jadi korban, selalu SKPD. Tahun 2007, kasihan sekali anak-anak muda, PNS-PNS kami yang gara-gara belanja filing cabinet yang tidak bisa masuk ke sekolah, itu masuk penjara. Tapi, orang yang menitipkan filing cabinet sebagai anggaran siluman, tidak ada satu pun yang tersentuh," katanya seperti dikutip di laman kompas.com.

Sampai sekarang kisruh Ahok versus DPRD DKI Jakarta itu masih ramai di media sosial dan pemberitaan media massa. Presiden Joko Widodo juga sempat menelpon Ahok terkait polemik itu.

Adi Permana

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images